Banner adz

Cara Mudah Ternak Ikan Frontosa

Ikan Frontosa merupakan ikan yang cukup indah, dan sangat cocok untuk menghiasi aquascape sobat, Harga ikan frontosa relatif mahal namun ikan ini mempunyai cukup banyak penggemar, terutama di negara-negara maju. 



Ikan dengan nama latin Cyphotilapia frontosa merupakan salah satu jenis ikan hias yang hidup di air tawar dan termasuk dalam famili Cichlidae. Ikan Frontosa ini berasal dari Afrika di danau Tanganyika dan kini juga banyak dikembangbiakan di Indonesia.

Ikan frontosa hidup di perairan yang dalam di daerah asalnya, Ikan frontosa hasil dari tangkapan alam sangatlah sulit untuk dipelihara di akuarium, sedangkan ikan hasil budidaya relatif lebih mudah untuk di perlihara. 

Baca Juga: Cara Ternak Ikan Guppy Agar Cepat Beranak

Ikan frontosa memiliki tubuh mirip dengan tubuh ikan mujair yakni memiliki badan memanjang, betina dan jantan memiliki kepala nonong, ikan frontosa ini memilikicorak tubuh bergarus vertikal dengan warna hitam putih ataupun biru tua dan putih berseling-seling. Warna dan corak ikan frontosa ini bervariasi bergantung pada jenis maupun tempat asalnya.

Ikan ini sebaiknya dipelihara dalam bentuk kelompok, sekitar 6-9 ekor dalam satu akuarium agar terlihat keindahannya. Untuk ikan dewasa, sebaiknya dipelihara dalam formasi 1 jantan dengan 5-6 betina. 

Saat ini terdapat beragam varian ikan Frontosa, tergantung dari daerah asalnya, karena Danau Tanganyika adalah danau yang sangat luas. Spesies yang berasal dari lokasi di mana populasinya sangat jarang, biasanya harganya mahal. 

Untuk membedakan ikan frontosa jantan dan betina dapat dilihat dari ciri-ciri berikut ini, Ukuran tubuh ikan Frontosa jantan lebih besar dibanding ikan betina pada umur yang sama. 



Ikan jantan juga mempunyai nonong lebih besar dibanding ikan betina,walaupun demikian, ikan betina memang ada juga yang mempunyai nonong, tetapi tidak sebesar yang dimiliki ikan jantan. 

Dalam satu kelompok ikan Frontosa, ikan jantan mudah dibedakan, karena biasanya ikan jantan selalu mendominasi kelompok. 

Baca Juga: Cara Ternak Ikan Green Teror

Ikan ini mempunyai sifat maternal mouthbrooder atau ikan betina memelihara anak di dalam mulutnya. Ikan ini juga bersifat poligami, atau 1 jantan dengan beberapa betina. 

Untuk tempat pemijahan, sobat bisa siapkan akuarium berukuran 100x50x50 cm untuk 1 jantan dan 5-8 betina. Bisa juga memakai kolam semen, tetapi penggunaan akuarium lebih menguntungkan, karena kita dapat melihat dan mengetahui proses pemijahan dan fase yang terjadi. Selain itu juga untuk mengantisipasi kasus ikan jantan yang bukannya kawin, tetapi justru menghabisi satu per satu betinanya. 

Selama dalam akuarium pemijahan, ikan dapat diberi pakan pelet atau beragam diet, seperti udang rebon, cacing sutera, cacing darah, dan sebagainya. Pemberian pakan udang akan mempercepat ikan memijah. 

Air yang dipakai sebaiknya netral atau agak basa, karena air yang terlalu asam akan menyebabkan ikan menjadi pasif. Suhu yang baik berkisar 25-27°C. Ikan ini juga rentan terhadap kandungan amoniak yang tinggi, sehingga kebersihan akuarium menjadi prioritas utama. 

Baca Juga: Cara Ternak Ikan Cupang Sawah

Pemberian pakan dan menyipon harus dilakukan secara rutin. Setiap selesai memberi pakan, maka 5-10 menit kemudian harus disifon untuk membuang sisa pakan dan kotoran supaya kandungan amoniaknya tidak meningkat. 

Ikan frontosa adalah ikan yang bersifat poligami, sehingga satu pejantan membutuhkan banyak betina dalam akuarium, setidaknya 3-6 betina. Jika 1 banding 1, maka ikan jantan akan menjadi beringas, karena kadar hormonnya tinggi, sementara bisa jadi ikan betina yang dijodohkan belum benar-benar dalam fase siap memijah. 

Pemijahan dimulai dengan ikan betina yang mengeluarkan telur di atas substrat yang sudah dipilihnya, kemudian telur-telur tersebut akan dimasukkan ke dalam mulutnya. Pada saat yang sama, secara simultan ikan jantan akan berenang mondar-mandir di sekitar ikan betina, kemudian mengeluarkan sperma yang akan diterima ikan betina dengan cara membuka mulutnya, sehingga terjadi pembuahan di mulut ikan betina. 

Setiap kali proses ini dilakukan, betina biasanya mengeluarkan sekitar 5-7 butir telur dan akan diulang-ulang sampai semua telur induk betina dibuahi dan dimasukkan ke mulutnya. 

Baca Juga: Cara Ternak Ikan Nila di Kolam terpal

Jumlah total telur yang di hasilkan induk betina sekitar 50-100 butir. Pada saat seperti ini, ikan betina biasanya kehilangan nafsu makan dan tidak mau makan, karena mulutnya penuh dengan telur. Ciri lain betina yang sedang mengeram telur adalah bisa di lihat dari bagian dagunya tampak membesar. 

para peternak biasanya melakukan pembukaan paksa mulut ikan betina untuk mengeluarkan anakan, kemudian dibesarkan sendiri di bak pembesaran benih. 

Pengambilan paksa telur dari mulut induk bisa dilakukan, baik saat masih berupa telur, maupun ketika sudah berupa anakan, tergantung waktu membuka mulut induknya. 

Penentuan waktu terbaik untuk membuka mulut induk tergantung pengalaman peternak. Jika masih berupa telur maka akan ditetaskan di bak pemijahan. Apabila sudah berupa benih dan mampu berenang, tentu tingkat kemungkinan hidupnya lebih tinggi, dibanding saat masih berupa telur. 

Ikan yang sudah bisa berenang bebas dapat diberi pakan cacing sutera. Pertumbuhan ikan ini sangat cepat dan sama rakus dengan induknya. Pada bulan pertama, ikan sudah dapat memakan pelet halus atau pelet yang sudah dihancurkan. 

Pada bulan-bulan berikutnya, pelet merupakan pakan yang paling baik, karena praktis dan mengandung banyak protein. anak Ikan frontosa dapat dijual setelah berumur 3-4 bulan. 

Baca Juga: Mengenal Ikan Corydoras

Seperti pada kebanyakan ikan dari suku Cichlidae, fase kritis dalam budidaya ikan ini adalah saat menjodohkan indukan. Induk jantan harus dimasukkan paling akhir, setelah 3-6 betina dimasukkan lebih dulu di akuarium pemijahan. 

Selang waktu memasukkan ikan jantan cukup 1-2 hari. Bila jantan lebih dulu dimasukkan di akuarium dan menyusul betina, maka ada kemungkinan pejantan menolak para betina tersebut. Bila hal ini terjadi, ikan jantan harus dipisahkan untuk sementara dari ikan betina, dengan cara memasang sekat kaca dalam akuarium. 

Sesekali buka sekat tersebut, bila sudah tidak terjadi kekerasan dari ikan jantan maka sekat dapat diambil. 

Ikan frontosa merupakan ikan yang cukup digemari di luar negeri, sementara di Indonesia penggemarnya tidak terlalu banyak. Peternak ikan ini juga tidak banyak, terbukti butuh waktu beberapa saat sampai ikan ini beredar lagi setelah sekian lama tidak ada di pasaran. 

Harga ikan frontosa di toko ikan hias lokal relatif mahal, sekitar Rp30.000-40.000 per ekor untuk ikan ukuran 3-4 cm. bahkan pada varian yang langka, harganya bisa 10 kali lipat harga varian standar. 

Di luar negeri, ikan ini dijual dengan harga sangat mencengangkan, mulai dari US$9 sampai US$2.200 per 3 ekor Frontosa dari varian Zaire Blue Kapampa.

0 Response to "Cara Mudah Ternak Ikan Frontosa"

Posting Komentar

Advertisement